As-Sayyidah Zainab (Zainab al-Kubra) binti Sayyidina Ali & as-Sayyidah Fathimah az-Zahra merupakan Zainab yang paling tenar dari kalangan ahli al-beit.
Beliau anak perempuan pertama, dilahirkan setelah Sayyidina al-Hasan, Sayyidina al-Husain & al-Muhassan pada tahun 5 H.
Diberi sang kakek ﷺ dengan nama “Zainab” untuk memperingati putri Beliau “Zainab” yang meninggal pada tahun ke-2 Hijriah disebabkan luka parah..
Setelah kalah perang Badr, seorang musyrik menusuk perut Sayyidah Zainab di perjalanan beliau menuju Madinah.. saat itu beliau hamil. Tusukan itu mengakibatkan keguguran & meninggal.
Arti Zainab: seorang perempuan yang kuat, hebat, penyayang & berakal.
Banyak dari ahli al-Bait bernama sama seperti nama anak2 kakek mereka, Sayyidina Muhammad SAW. Bahkan kadang terulang dalam satu keluarga.
Musuh ahli al-Bait yang tidak memahami hal itu, sering meragukan kebenaran nisbah maqam karena ada maqam yang sama di tempat lain yang juga disebutkan maqam dari seorang yang sama.
Padahal mereka bernama sama dari orang tua yang sama.
Nah, Sayyiduna Ali karramallahu wajhahu punya 3 anak perempuan bernama Zainab:
1. Zainab al-Kubra; dimaqamkan di Mesir.
2. Zainab al-Wustha; kadang dipanggil Ummu Kultsum, juga dinamai Zainab saat dilahirkan pada tahun 9H.
Menikah dengan Sayyidina 'Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu, melahirkan 2 anak: Zaid al-Akbar & Ruqayyah.
Setelah Sayyiduna Umar syahid, beliau menikah dengan sepupu, 'Aun bin Ja'far.
Setelah 'Aun syahid, menikah dengan saudaranya, Muhammad bin Ja'far, yang meninggal di Shiffin.
Kemudian tidak lama, beliau meninggal bersama putera beliau, Zaid, di waktu yang sama. Dishalatkan oleh Sayyiduna Abdullah bin Umar. Dimaqamkan di Baqi' Madinah.
3. Zainab ash-Shughra; puteri Sayyiduna Ali (bukan dari Sayyidah Fathimah), maqam beliau di kampung "Rawiyah" di Dimaskus, Syria.
Sayyidah Zainab al-Kubra terkenal dengan kecantikan fisik & akhlak, paling mirip dengan sang ibu, juga mewarisi kehebatan sang ayah.
Beliau terkenal dengan keberanian, kemampuan bahasa, dermawan, memiliki banyak ide cemerlang, dekat dengan Allah SWT. Makanya, sang ayah & kedua saudaranya sering meminta saran & pendapat Sayyidah Zainab karena kemampuan hebat beliau dalam berfikir & cara pandang.
Sayyidah Zainab mendapat perhatian & kasih sayang besar dari sang kakek ﷺ… tapi tak sampai berumur 5 tahun; sang kakek meninggalkan dunia ini..
Hari-harinya pun dilalui di sisi tempat tidur ibunya yang sedih & sakit sepeninggalnya sang ayah… ﷺ.. Disebutkan dalam sejarah bahwa Sayyidah Fathimah tidak pernah terlihat tertawa setelah kepergian ﷺ.
Sayyidah Fathimah sudah mempersiapkan putrinya ini untuk menggantikan kedudukannya.. beliau memberikan wasiat pada sang putri ini untuk selalu menemani kedua saudara laki “Hasan & Husain” & saudari kecilnya “Umm Kultsum”..
Sayyidah Zainab melaksanakan wasiat itu dengan baik… makanya beliau dijuluki sebagai “Umm al-Hasan” & “Umm Haasyim”.
Sayyidah Zainab merupakan seorang putri yang lembut & perhatian seperti sang ibu.. alim & gagah berani seperti ayahnya..
Beliau terkenal dengan;
- kepribadian yang hebat; dijuluki “al-`Aqiilah” atau “`Aqiilah banii Hasyim (yang paling berperan dalam kaumnya),
- kedermawanan, bahkan dijuluki sebagai “Umm al-`Awaajiz wa masaakiin” (Ibu dari kaum lemah & miskin) karena kepedulian beliau terhadap golongan yang lemah..
Ketika sudah masanya.. al-Imam Ali karramallah wajhahu memilihkan suami yang paling pas untuk sang putri, yaitu: “Abdullah bin Ja`far ath-Thayyar”... seorang laki-laki mulia & dermawan, dijuluki “Quthb as-sakhaa” (puncak kedermawanan). Beliau merupakan anak laki2 pertama yang dilahirkan di periode Hijrah pertama di negeri Habsyah. Lebih tua 5 tahun dari Sayyidah Zainab.
Dari pernikahan itu, beliau melahirkan 4 anak laki-laki: Ali, Muhammad, `Aun & Abbas, 2 anak perempuan: Umm Kultsum & Umm Abdillah.
Anak-anak Sayyidah Zainab:
- Ja'far
- Ali
- 'Aun al-Akbar
- Umm Kultsum
- Umm Abdillah
Pada anak2 beliau inilah dinisbahkan al-Asyraf (para Habib) az-Zayanibah & sebagian al-Asyraf al-Ja'afirah.
Al-Imam as-Suyuthi menukilkan ijma' bahwa keturunan Sayyidah Zainab termasuk al-Asyraf, keturunan Sayyidina Nabi SAW.
Konon, Sayyidah Zainab ini di rumahnya selalu menutup aurat, bahkan jarang sekali terlihat kecuali dari belakang tirai..
Tapi Allah mentaqdirkan hal lain..
Dalam peristiwa “Karbalaa”, 10 Muharram 61 H (12 oktober 680 M), Sayyidina Husain syahid bersama hampir semua keturunan laki-laki dari Rasullullah ﷺ 120 korban dari kalangan ahli al-bait.. Sayyidah Zainab yang dijuluki sebagai “pahlawan Karbala” digiring bersama sejumlah tawanan.. Rombongan tawanan itu melewati medan pertempuran; di mana organ-organ berserakan… Sayyidah Zainab pun berteriak:
“Ya Muhammad.. para malaikat langit bershalawat padamu.. dan ini al-Husain di tanah lapang berpasir darah, terpotong anggota tubuhnya..
Ya Muhammad.. ini anak-anak perempuanmu ditawan.. & keturunanmu dibunuh menyedihkan”.
Sayyidah Zainab pun mengungkapkan kekecewaannya pada Ahli Kuufah… sehingga mereka pun menangis & kebingungan… sampai sekarang, kaum syi`ah mengenang kekecewaan Sayyidah Zainab itu, sehingga mereka memukul diri mereka sendiri dalam acara tahunan mereka.
Sayyidah Zainab digiring menuju ke sang amir “Abdullah bin Ziyad”… di situ Ibn Ziyad menerima kepala-kepala korban… tanpa rasa hormat..
Sayyidah Zainab maju & mengambil tempat duduk dengan cueknya, tanpa minta idzin.
Ibn Ziyad pun berkata: “Kamu siapa?”… bertanya sampai 3 kali, tapi tak dijawab, menunjukkan Ibn Ziyad sebagai orang yang rendahan & tidak layak dihormati…
Di situlah terjadi dialog kuat… (baca sumber)
Ibn Ziyad kalah sampai berkata: “Keberanian ini karena ayahnya merupakan seorang yang berani & seorang penyair”.
Sayyidah Zainab menjawab: “Memangnya apa hubungannya keberanian & perempuan? Ku tidak peduli dengan keberanian..”.
Ibn Ziyad pun memeriksa wajah-wajah tawanan.. matanya tertuju pada “Ali bin al-Husain”.. Ibn Ziyad tidak menerima & memerintahkan untuk membunuhnya.. Sayyidah Zainab pun memeluk keponakannya, sambil berkata: “Wahai Ibn Ziyad, cukup sudah tindakanmu pada kami, belum puaskah kamu dari darah kami? Tidakkah kamu biarkan satu pun dari kami?”. Lalu beliau meletakkan anak kecil itu di pangkuan menunjukkan hanya ada 2 pilihan: Biarkan anak kecil itu hidup atau bunuhlah bersamaku.
Ibn Ziyad pun berkata: “Anehnya jalinan rahim, demi Allah, ku menyangka dia (perempuan) ini mengharapkan aku membunuhnya bersama anak laki-laki itu.. biarkan anak kecil itu pergi dengan para perempuannya”.
Ibn Ziyad pun memerintahkan agar meletakkan rantai di kedua tangan & leher Sayyidina Ali Zainal-Abidin.
Sekali lagi.. para tawanan digiring menuju Damasqus untuk menghadap Yazid bin Mu`awiyah..
Konon, Yazid berlinang air mata saat melihat kepala Sayyidina Husain & mengatakan bahwa dia tidak mengharapkan terbunuhnya Husain.. Yazid pun mendo`akan laknat Allah pada Ibn Murjanah.
Kemudian Yazid memerintahkan agar para tawanan masuk rumahnya.. di sanalah terjadi dialog panjang antaranya & Sayyidah Zainab..
Yazid pun memerintahkan agar Sayyidah Zainab & keluarga dipulangkan ke Madinah dengan penuh penghormatan bersama tim pengamanan.
Sebenarnya, Sayyidah Zainab ingin senantiasa tinggal di sisi sang kakek ﷺ, tapi Bani Umayyah khawatir keberadaan Sayyidah Zainab cukup untuk mengobarkan semangat umat demi menuntut hak Sayyidina Husain.. maka wali kota Madinah meminta Sayyidah Zainab untuk keluar dan tinggal di mana saja yang diinginkan..
Sayyidah Zainab pun pergi bersama keluarga & para keponakan; anak-anak Sayyidina al-Husain: Sayyidah Fathimah, Sayyidah Sukainah & Sayyidina Ali.… menuju Mesir atas saran Sayyidina Ibn Abbas radhiyallahu 'anhu yang mengatakan bahwa penguasa & warga Mesir punya cinta yang tulus pada ahli al-bait.
Tiba pada bulan Sya`ban tahun 61 H.. disambut bahagia & meriah oleh wali Mesir “Maslamah bin Makhlad al-Anshari” radhiyallahu 'anhu bersama seluruh umat Islam dari penjuru Mesir.. sesampainya di Fosthath, Sayyiduna Maslamah pun membawa tamu agung ke rumah beliau… beliaupun tinggal di gubuk..
Dari kediaman itulah, Sayyidah Zainab beribadah, berkarya, mengajar, mengasuh anak2 yatim, menyantuni kaum lemah, menjadi penasehat penguasa...
Sayyidah Zainab tidak pernah meninggalkan tempat tinggal itu.. sampai akhirnya wafat pada bulan Rajab tahun 62 H & dimakamkan dalam rumah tersebut, di kamar beliau, yaitu di bawah kubah yang ada sekarang.
Setiap selasa akhir bulan Rajab, diperingati sebagai diperingati tahunan di kota Cairo… dikenal sebagai maulid Sayyidah Zainab…
Ya.. Sayyidah Zainab memang sangat dicintai warga Mesir… Beliau dijuluki sebagai “Umm al-Mishriyyiiin” (ibu orang Mesir)..
Beliau adalah ibunda warga Mesir.. yang sangat berterima kasih dengan kebaikan warganya.. beliau selalu mendo'akan kedamaian & ketentraman..
Do`a Sayyidah Zainab radhiya Allaah `anha untuk warga Mesir ketika Beliau tiba di Mesir:
((يأهل مصر نصرتمونا نصركم الله, وآويتمونا آواكم الله, وأعنتمونا أعانكم الله, وجعل لكم من كل مصيبة فرجًا ومن كل ضيق مخرجًا.))
Makanya warga Mesir dengan bangga berkata: "Mesir itu dijaga berkat ahli al-Bait".. "Mesir itu dicintai al-Habib ﷺ, makanya 2 cucu kesayangan Beliau dititipkan pada kami"..
Keramat beliau banyak…
Maqam beliau merupakan obat mujarrab, salah satu tempat mustajab untuk berdo'a.
Sebagian pesan Sayyidah Zainab adalah:
خف من الله تعالى لقدرته عليك، واستح منه لقربه منك
"Takutlah pada Allah karena kekuasaan-Nya padamu, dan malulah pada-Nya karena kedekatan-Nya denganmu".
Di antara syi'ir beliau:
إذا ضاقت بك الأحوال يوما * فثق بالواحد العليّ
ولا تجزع إذا ما ناب خطب * فكم لله من لطفي خفيّ
"Apabila terjadi padamu suatu hari kesusahan, maka percayalah pada Yang Maha Esa & Maha Tinggi
Tidak usah kamu berkeluh kesah apabila terjadi suatu hal yang tidak disukai, begitu banyak Allah Menganugerahi berbagai kenikmatan/kelembutan yang tersembunyi".
Faedah memperingati maulid Sayyidah Zainab radhiyallah `anhaa:
"Mengingat beliau; meringankan apa yang kamu derita dari lahir sampai kamu mati..
Karena Beliau.. mengalami semua penderitaan dunia.. tapi beliau tidah goyah...
Beliaulah lambang "tsabaat" (kekokohan) ketika tertimpa musibah..
Oleh karena itu; Allah SWT Mengangkat derajat beliau, dan Membesarkan peringatan beliau.. Meletakkan cinta pada beliau di hati para hamba..
Lahir pada tahun ke-5 hijriah.. setelah kelahiran Sayyidina al-Muhassan.. yang lahir setelah Sayyidina al-Husain,
Sayyiduna al-Muhassan meninggal waktu kecil... ada juga riwayat meninggal keguguran...
Jadi Sayyidah Zainab merupakan anak ke-4 dari Sayyidah Fathimah az-Zahra ra.. setelah itu lahir Umm Kultsum.
Jadi Sayyidah Fathimah punya 5 anak: Sayyiduna al-Hasan, Husain, al-Muhassan, Zainab & Umm Kultsum.
Kamu bayangkan Sayyidah Zainab yang menghadiri wafat sang kakek ﷺ.. setelahnya 6 bulan kemudian... meninggal sang ibu.. menghadiri pembunuhan sang ayah.. pembunuhan saudaranya al-Hasan yang diracun, menghadiri menghadiri kejadian Karbela; saat saudaranya al-Husain dan putra-putranya, juga putra-putra al-Hasan disembelih di depan mata beliau... sejumlah 120 orang..
Beliau mengalami musibah yang banyak... dalam semuanya; beliau melambangkan kekokohan, keimanan & kepercayaa pada Allah SWT.
Jika kamu mengalami musibah.. ingatlah Beliau.. Bandingkan musibahmu dengan musibah beliau..
Sampai beliau dijuluki di masanya sebagai "Umm al-mashaaib" (ibu berbagai musibah)..
satu saja musibah yang menimpa Sayyidah Zainab dialami olehmu; cukup untuk hidup yang penuh penderitaan seumur hidup..
Sementara beliau mengalami semua musibah... beliaulah salah seorang yang sabar.. dan menyerahkan semua pada Allah..
Beliau juga digiring dengan rantai.. setelah peristiwa Karbela.. dari Kufah ke Syam.. bersama putri-putri ahli al-Bait.. setelah hidup mereka yang asalnya dipingit & dijaga baik-baik dalam rumah... lalu dirantai... karena politik, cinta dunia, pertikaian
Jika kamu ingin membenci dunia & kedudukan; ingatlah sirah ahli al-bait..
Kedudukan & dunialah yang menyebabkan berbagai musibah itu..
Jadi, ingatlah musibah-musibah yang menimpa ahli al-bait; agar semua musibah yang menimpamu menjadi ringan.. melihat Allah dalam semuanya.. agar dibangkitkan bersama orang-orang yang sabar dengan qadha & qadr-Nya..
Setelah semua itu..
Bani Umayyah tetap tidak membiarkan Sayyidah Zainab hidup tenang.. setelah kembali ke Madinah.. beliau pun terpaksa haru keluar..
Tidak punya tempat untuk tinggal... sampai Maslamah bin Makhlad, wali kota Mesir saat itu, mengirimkan undangan mulia agar beliau datang..
Sayyiduna Maslamah mempersilahkan Sayyidah Zainab untuk tinggal di istana beliau.. yang dikelilingi kebun-kebun & aliran sungai nil..
Istana itulah yang menjadi tempat pemakaman & masjid Sayyidah Zainab..
Tempat yang bersih.. hidup di sana beberapa tahun, di riwayat lain.. beberapa bulan..
Lahir pada 5 Hijriah dan wafat tahun 65 H, ad yang mengatakan tahun 63 H... ada beberapa pendapat..
Pemberitaan tentang Beliau tidak diketahui oleh para ahli sejarah; karena beliau bergerak secara sembunyi-sembunyi... karena beliau dimatai-matai.. dan menjadi tujuan pembunuhan.. makanya beliau diunuh secara licik..
Beliaulah yang menjaga ahli al-Bait... dijuluki sebagai "raiisah" "`aqiilah bani Hasyim" yang paling berperan penting.
Salah seorang ahli al-bait yang paling fashih.. di beberapa pidato beliau dalam beberapa kejaian besar menunjukkan kekokohan & keyakinan beliau..
Beliau yang sabar.. berserah diri.. ridha.. tanpa pernah melalaikan ibadah; meski semua musibah itu..
Salah satu dari kita.. meninggalkan ibadah, ngaji, wird dst hanya karena sedikit sakit.. lalu memprotes tuhan..
Siapa kamu dibanding mereka ini? yang dijadikan Allah sebagai teladan untuk umat..
Paling banyak musibah adalah para Nabi.. orang-orang shaleh.. dst..
Merekalah yang dijadikan Allah SWT sebagai teladan..
Jadi.. ridha lah.. dengan memperingati ahli al-bait yang mulia... yang hidup dalam berbagai penderitaan, kesusahan & goncangan hidup.. tapi mereka tidak berhenti dari kepedulian terhadap kaum lemah & miskin, senantiasa bersedeqah & melaksanakan hak-hak umat...
Musibah mereka simpan di hati.. pemberian mereka berikan pada umat.. mengikuti akhlak sang kakek.. yang merupakan rahmah (kasih sayang) untuk seluruh alam.
...
Alhamdulillah yang Menganugrahkan ahli Mesir dengan kedatangan beliau.. Memberkati mereka dengan do`a beliau.. agar diberi keamanan sebagaimana ahlu Mesir memberikan keamanan itu..Mencukupi Ahlu Mesir sebagaimana warga Mesir mencukupi beliau..
Kita hidup dengan berkat Beliau yang mustajab.. meskipun begitu banyak cobaan yang dialami Mesir dari setiap masa.... tapi Allah Memberkati warga Mesir & Menganugrahkan rasa sabar.
Sabar itu menujukkan jiwa asli seseorang..
Alhamdulillah.. yang Mengilhami kita rasa sabar dengan kecintaan kita pada ahli al-bait.. yang menjadi lambang kesabaran..
Jadi jangan mengira kalau kamu tertimpa musibah; berarti Allah tidak mencintaimu..".
"Allah telah Memberi cobaan pada orang-orang yang mencintai-Nya.
Apabila kamu melihat pada kehidupan Rasul-Nya ﷺ; begitu susahnya, dicoba dengan kehilangan orang-orang yang dicintai, Beliau sendiri yang menguburkan mereka dengan tangan Beliau yang mulia..
Anak-anak dilahirkan, meninggal & Beliau ﷺ yang menguburkan mereka.. begitu juga orang-orang di sekitar Beliau, para pecinta Beliau yang meninggalkan Beliau..
Semua itu tidak berpengaruh kecuali menambah kedekatan Beliau ﷺ pada Allah SWT.
Segala cobaan itu mendekatkan Beliau pada Allah..
Makanya.. jangan sampai cobaan yang menimpamu menjadikan sebab jauhnya dirimu dengan Allah SWT atau hubungan buruk dengan-Nya, atau kamu mengira Allah Membencimu...
Tapi, ketahuilah; kalau Allah SWT Mencintai seseorang; maka diberi cobaan... agar dia tidak menginginkan apapun dari dunia, sehingga dunia keluar dari hatinya.. dan berharap bertemu dengan tuhanmu..
Jika Allah Menginginkan keburukan pada seorang hamba; maka dibukakan padanya berbagai pintu kenikmatan dunia, sehingga terbuai, berlomba-lomba meraihnya, saling membunuh, mencuri, mengumpulkan harta, menzhalimi orang lain.. sehingga hidup di istana, tapi kubur menunggunya dengan pertanyaan & berbagai adzab..
Jadi.. jangan sampai kamu ketika tertimpa kesempitan atau terhalang memperoleh sesuatu itu berarti Allah Membencimu..
Allah Mencinta Sayyidina Nabi ﷺ, Mencintai ahli al-bait.. dan mereka diberi cobaan dengan orang-orang terdekat; isteri, paman, anak-anak..
Beliau ﷺ sendiri yang menguburkan anak-anak, kecuali Sayyidah Fathimah yang hidup sampai 6 bulan setelah kepergian Beliau...
Dianugerahi 5 anak dari Sayyidah Khadijah, dan satu dari Sayyidah Mariah.. semua Beliau yang menguburkan.
Sementara kamu... dianugrahi anak-anak yang hidup tenang bersamamu... tidak terjadi musibah apa-apa pada mereka..
Lalu,, ketika kamu tertimpa suatu musibah; kamu mengatakan: "Allah Membenciku".. "Kenapa Engkau Mentaqdirkan aku begini Ya Rabb?" "Tidak adakah orang selain aku di dunia ini?".
Seperti yang disesalkan sebagian orang awam.. berbicara seakan menuntut haknya pada Allah..
Sudah lebih dari cukup, ketika Menjadikanmu termasuk orang Islam..
Sudah lebih dari cukup, Dia Memberimu iman.. sementara yang lain tidak..Memberimu cinta pada Nabi-Nya.. sementa jutaan orang mengkafirkan Beliau.. dan kamu dipilih untuk agama ini..
Sudah lebih dari cukup, semua kenikmatan itu.. agar kamu mengetahu bahwa Dia tidak Menyia-nyiakanmu.. Mengasihi & Menyayangimu..
Tanpa cobaan; tentu tidak muncul bentuk asal seseorang, karakter & keimanannya..
"Dan apakah orang-orang menyangka dibiarkan untuk berkata "Kami beriman" sementara mereka tidak diberi cobaan".
Apabila kamu ingin melihat cobaan.. maka lihatlah sirah ahli al-bait.. mengingat sirah mereka sangat penting.. menyempurnakan imanmu, bermanfaat bagaimana kamu bereaksi terhadap cobaan itu.. agar semua ringan dalam hidupmu.. tidak pernah putus asa pada tuhanmu.
Sebagian orang, karena disebabkan iman lemah; sehingga bunuh diri.. hanya karena satu cobaan..
Sementara ahlu al-bait dicoba dengan berbagai cobaan; mereka bersabar, dan berjalan bersama Allah.. sehingga mereka menjadi teladan bagi yang lain.. Allah SWT Menyukai orang-orang yang sabar.
Tanpa cobaan; tidak muncul orang yang sabar..
"Allah Menyempurnakan balasan pada orang-orang yang sabar tanpa dihisab".
Allah Melipatgandakan... bisa jadi 700 kali.. 10 kali.. dst..
Saperti puasa yang punya nilai sabar juga, Dia tidak Menyebutkan angka,, tapi tanpa hisab..
Balasan orang sabar lebih dari orang yang mati dalam jihad fi sabilillah, membangun masjid, memelihara anak-anak yatim. padahal semuai itu kebaikan & balasannya sangat besar..
Tapi pahala sabar lebih besar dari semua itu..
Alhamdulillah, yang Mengenalkan kita tentang keutamaan mereka yg mulia ini.. yang tidak goyah di saat orang-orang goyah, tidak putus asa saat orang-orang berputus asa..
Tapi.. meskipun begitu banyak musibah mereka; mereka berdiri tegap, menanam harapan di hati umat manusia, karena kuatnya kepercayaan mereka pada Allah.
Allah tidak Menciptakan mereka untuk dunia, tapi untuk akhirat..
Jadi dunia itu diumpamakan air yang berbahaya yang diberikan seorang thabib pada pasien.. dunia itu membahayakan bagi seorang mukmin jika memasukinya.. makanya Allah menjaga mereka dari dunia..
Makanya kamu melihat orang-orang yang lalai pada Allah; dibukakan bagi mereka berbagai kenikmatan..
"Ketika mereka lupa apa yang mereka diperingatkan; maka dibukan bagi mereka pintu-pintu semuanya".
Jadi banyaknya rezqi di tangan orang-orang yang lalai; jangan kamu kira itu bentuk keridhaan Allah, tapi itu siksaan bagi mereka..
Allah Memberimu cobaan; karena Dia Mencintaimu.. Dia ingin Menggiringmu pada-Nya dengan rantai cobaan & musibah.. karena seseorang ketika tertimpa musibah, maka makin dekat dengan-Nya karena kelemahan, harapan pada tuhan & penuh keterpaksaan..
"Siapakah yang Mengabulkan orang yang sangat membutuhkan saat memohon pada-Nya & Membuka kesusahan?"
Semua dicoba sesuai dengan kadar keimanan; jika iman seseorang besar, maka cobaannya pun besar..
Lihatlah pada Sayyidah Zainab; bagaima cobaan beliau.. sepanjang hidup, sejak kecil sampai wafat dalam cobaan yang berat.. karena Allah Mencintainya..
Lihatlah pada para Nabi.. bagaima setiap Nabi menjalani hidup mereka.. Sayyiduna Musa, Isa.. Nuh... `alaihim salam..
Mereka.. para Nabi & rasul terbaik.. tidaklah hidup dalam istana-istana, dilayani, bermewah-mewah, supaya kamu tahu bahwa hidupmu di dunia bukan untuk menikmati tapi untuk dicoba..
Supaya kamu mengetahui bahwa kamu diciptakan untuk akhirat; sehingga diberi kenikmatan di sana..
Sepanjang apapun dunia; itu cuma sementara.. jangan dibandingkan dengan keabadianmu di surga.. bersama orang-orang shaleh, para nabi. shiddiqiin & syuhadaa..
Semoga Allah Meridhai Sayyidah Zainab.. yang mengingatkan kita semuai itu, membuat mudah cobaan yang kita alami, di zaman yang banyak musibah.. yang kita jalani..
...
Siapakah kamu dibanding mereka..
Jadi.. kamu sebagai muslim, wajib belajar dari ahli al-Bait: rasa sabar, menghadap Allah, mencintai orang miskin, menafkahi & memberi makan mereka..
Begitulah mereka hidup, tulus pada umat Islam, bersedeqah, memelihara anak-anak yatim, menjiwai masyarakat sekiar dengan peduli terhadap berbagai permasalahan, mendo`akan mereka, padahal mereka sendiri yang paling membutuhkan doa.. seakan mereka melupakan diri mereka..
Seakan kesedihan tersimpan di hati, tapi wajah mereka tersenyum untuk umat.. mereka mewarisi hal itu dari Rasulillah yang senantiasa bersedih, di hati, tapi tidak menutup wajah berseri pada siapapun..
... begitulah ahlu al-Bait.. ...
Berinteraksi baik dengan umat.. sehingga dicintai, dihormati, karena mereka menyerahkan segalanya pada Allah.
Belajarlah dari mereka bagaimana untuk berserah diri, percaya pada Allah, mengharapkan-Nya, karena itu warisan Sayyidina Nabi.. jarang ditemui pada masa fitnah..
Berpeganglah pada ahlak mulia ini.. seseorang dibangkitkan dengan orang yang dicintainya..
Kita menjadikan Allah sebagai saksi bahwa kita mencintai mereka.. mencintai ahli baiti Sayyidina Nabi dan para keturunan mereka sampai hari kiamat.. Allah Memperbanyak mereka; sehingga membahagiakan Sayyiduna Nabi ﷺ..
Ya Allah.. berikan shalawat, salam & keberkahan pada Sayyidina Muhammad & keluarga Beliau.. Jadikan kami berakhlak seperi akhlak Beliau,yang mulia.. jadikan kami dalam penjagaan.. sehingga kami bertemu dengan-Mu dalam kesempunaan afiat dari semua bala & musibah, kami dan kedua orang tua, dzurriat kami & seluruh umat Islam.
Diambil dari:
- Masaajid Mishr wa Auliyaauha as-Shaalihuun jilid 1.
- Taraajim Sayyidaat Bait an-Nubuwwah.. karangan Binti asy-Syaathi rahimahallah.
Sumber:
- Maraqid Ahli Al-Bait fi al-Qahirah, karya Maulana Syekh Muhammad Zaki Ibrahim rahimahullah.
- Tulisan bioghrafi yang ada di maqam Sayyidah Zainab.
- Sebagian khutbah Syekh Yusri Rusydi hafizhahullah, jum`at 28 April 2017, menit ke-14 sampai ke-23.
https://www.youtube.com/watch?v=ZVN5ZZpVJMk
Radhiyallah `an Sayyidah Zainab…
رضي الله عن السيدة زينب وأرضاها، وصلى الله على جدها سيدنا محمد أزكى صلاة وأنماها، اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله