Ar-Risalah Al-Jami'ah Part 8BAB PUASA
Puasa adalah rukun Islam ketiga. Perintah puasa Ramadan baru diwajibkan pada bulan Sya'ban tahun 2 Hijriyah.
Baginda Rasulullah Muhammad selama hidupnya, melaksanakan ibadah puasa Ramadan 9x.
8x usia Ramadan 29 hari dan 1x usia Ramadan 30 hari.
Puasa adalah menahan diri dengan cara yang khusus
(Habib Ahmad bin Zain Al-Habsyi- Muallif kitab)
Puasa secara istilah syariat yaitu menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, mulai terbitnya fajar shodiq sampai tenggelam matahari dengan niat yang khusus
Hukum Puasa
1 Wajib
√ Puasa Ramadan
√ Puasa Qodlo
√ Puasa Kafarat
√ Puasa di dalam haji dan umrah sebagai ganti menyembelih hewan tebusan
√ Puasa dalam momentum istisqo' (meminta hujan) yang diperintah hakim (pemerintah)
√ Puasa Nadzar
2 Sunnah
Tahunan
Arofah, Tasu'a, Asyura, 6 hari bulan Syawal
Bulanan
Puasa Ayyamul Bidh (13,14,15) dan Puasa Ayyamussudh (28,29,30)
Pekanan
Puasa Senin-Kamis
3 Makruh
√ Puasa hari Jumat saja atau Sabtu saja atau Ahad saja
√ Puasa terus menerus (bagi orang yang khawatir tubuhnya sakit atau kehilangan hal-hal sunnah)
4 Haram
Haram tapi sah
√ Puasa seorang istri tanpa izin suami
√ Puasa budak tanpa izin majikannya
Haram tidak sah
√ Puasa di hari Iedul Fitri
√ Puasa Iedul Adha
√ Puasa hari Tasyriq
√ Puasa separoh kedua bulan Sya'ban (16, 17, 18-akhir Sya'ban)
√ Yaumu Syak (Akhir Sya'ban)
Poin ke empat dan lima menjadi tidak haram (boleh) jika 1. melaksanakan puasa wajib (qodlo, kafarat, nazar) 2. Melaksanakan puasa sunnah yang biasa dibuat wiridan (Senin-Kamis) 3. Disambung dengan hari sebelumnyaSyarat Wajib Puasa
1 Islam
2 Baligh-Berakal (Taklif)
3 Mampu berpuasa
4 Kondisi sehat (tidak sakit membahayakan nyawa, dll)
5 Mukim dan Mustautin (berdomisili asli)
Rukun Puasa
1 Niat
Tiap hari harus niat (mazhab Syafi'i) di malam Ramadan
Awal bulan Ramadan niat jamak sudah cukup, tidak harus tiap hari (madzhab Maliki)
Perbedaan Masalah Niat Puasa Fardlu dan Sunnah
√ Fardlu
Masuknya waktu maghrib sampai fajar shodiq (subuh) dan wajib tabyid dan ta'yin (menyebutkan jenis puasa)
√ Sunnah
Masuknya waktu maghrib sampai matahari tergelincir (masuk waktu dzuhur)
√ Tidak boleh mengumpulkan puasa fardlu dalam satu hari (contoh:Ramadan-Kafarat)
√ Boleh mengumpulkan dua/tiga puasa sunnah dalam satu hari
2 Meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa
Sunnah-sunnah Puasa
1 Menyegerakan berbuka puasa
2 Makan sahur (tengah malam-imsak)
3 Mengakhirkan sahur
4 Berbuka puasa dengan kurma yang ganjil atau yang manis-manis
5 Membaca doa berbuka puasa
6 Membuat takjil
7 Mandi janabat sebelum subuh
8 Mandi malam sunnah Ramadan
9 Sholat tarawih-witir awal Ramadan sampai akhir
10 Memperbanyak membaca Al Quran
11 Memperbanyak tadarus Al Quran
12 Memberikan yang belanja lebih banyak daripada bulan selain Ramadan
Makruh Puasa
1 Mengunyah sesuatu yang tidak ada baunya dan tidak sampai masuk ke dalam rongga tenggorokan
2 Mencicipi makanan, kecuali ada hajat darurat
3 Bekam saat puasa
4 Berkumur ketika berbuka
5 Mandi di kolam renang full seluruh tubuh
6 Bersiwak habis waktu dzuhur
7 Berbuka sampai kekenyangan
8 Terlalu banyak tidur
9 Melakukan hal-hal tak ada gunanya
10 Menuruti syahwat mubah (memakai parfum, melihat rumah/mobil bagus, mendengarkan musik, dll)
Hal-hal yang Membatalkan Puasa
1 Makan dan minum
2 Jimak
3 Onani/Masturbasi
√keluar mani dengan sentuhan
4 Murtad
5 Haid-Nifas-Wiladah
6 Gila
7 Mabuk (termasuk ayan-epilepsi)
8 Masuknya benda padat/cair melalui lubang badan
√ Suntik tidak membatalkan puasa. Infus membatalkan puasa
√ Menelan air lir tidak membatalkan, dengan syarat
-harus murni
-harus suci
-tidak keluar melebihi bibir
9 Sengaja muntah-muntah
Konsekuensi Tidak Puasa Ramadan1 Wajib qodlo dan membayar fidyah
√ Tidak puasa khawatir dengan orang lain :
-Ibu hamil khawatir dengan janinnya
-Ibu menyusui khawatir dengan bayinya
-Orang yang belum qodlo puasa Ramadan sampai datang Ramadan berikutnya
2 Wajib qodlo tidak wajib fidyah
√ Boleh ditunda-tunda
-Sakit bisa diharapkan sehatnya
-Musafir
-Ibu hamil/menyusui khawatir dengan dirinya saja atau dirinya saja dan anaknya
-Mengakhirkan qodlo Ramadan karena ada udzur (contoh haid terus-menerus)
√ Tidak boleh ditunda-tunda
-Orang sengaja membatalkan puasa bukan kondisi udzur
-Orang murtad kembali Islam
-Orang gila/ayan-epilepsi/mabuk secara sengaja
-Orang yang meninggalkan niat puasa (selama tidak taklid niat madzhab Maliki)
-Orang yang ragu tidak puasa karena mengira sudah Idul Fitri (padahal masih Ramadan)
3 Tidak wajib qodlo tapi wajib bayar fidyah
-Orang tua renta tidak bisa apa-apa
-Orang sakit yang sakitnya tidak bisa diharapkan sembuh
Syarat Wajib Kafarat dan Wajib Qodlo
1 Melakukan liwath/qodlo
2 Yang dibatalkan puasa Ramadan
3 melakukan di siang Ramadan
4 Melakukan Jimak dengan sengaja
5 Tidak dalam kondisi dipaksa
6 Tahu kalau Jimak itu haram di siang Ramadan
7 malamnya sudah niat puasa
8 seharian penuh diwajibkan puasa
9 membatalkan puasa dengan jimak
10 Tidak dalam kondisi musafir
11 Tidak wadi syubhat
Ketentuan Jimak di Siang Ramadan
1 Berdosa
2 Wajib melanjutkan puasa
3 Harus dita'zir (wali hakim/pemerintah)
4 Wajib qodlo
5 Wajib kafarat
Orang Wajib Qodlo tapi Harus Dilanjutkan Puasa
1 Orang yang membatalkan puasa
2 Orang yang meninggalkan niat puasa
3 Orang makan sahur menyangka belum imsak
4 Orang berbuka tapi belum waktunya berbuka
5 Orang yang mengira masih akhir bulan Sya'ban ternyata sudah masuk bulan Ramadan
6 Orang tidak sengaja kemasukan air, tidak dalam kondisi mandi wajib/sunnah
Kaffarat Jimak di Siang Ramadhan
√ Memerdekakan budak yang beragama Islam, baik budak laki-laki maupun budak perempuan.
√ Jika tidak menemukan budak, maka wajib puasa dua bulan berturut-turut.
√ Jika tidak mampu puasa dua bulan berturut-turut, maka wajib memberikan makanan kepada 60 fakir-miskin, masing-masing diberi beras satu mud (6 ons)
Kesempurnaan Puasa yaitu menjaga 7 anggota badan dari hal-hal yang diharamkan Allah
"Ada 5 perkara yang menghilangkan pahala orang berpuasa
1 Bohong
2 Ghibah
3 Adu domba
4 Sumpah palsu
5 Melihat dengan syahwat"
(Al-Hadist)
√ Upayakan berbuka puasa dengan makanan yang halal
√ Tidak memperbanyak makan
Tingkatan Orang Berpuasa
1 Tingkatan Awam
Berpuasa, menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa tapi masih ghibah,bohong, memandang hal-hal haram, dll
2 Tingkatan Khowas
Berpuasa tapi sudah meninggalkan maksiat (ghibah, bohong, memandang hal-hal haram, dll)
3 Tingkatan Khowasil Khowas
Berpuasa dengan meninggalkan maksiat dan hatinya selalu berdzikir setiap saat kepada Allah. Menjaga diri dari selain Allah...